Pernahkah kamu merasa sudah mencoba melanjutkan hidup, tetapi pikiran masih sering kembali kepada kejadian yang sudah lama berlalu? Sama saya juga, tetapi life must go on , Mungkin ada kesalahan yang masih kita sesali, hubungan yang belum benar-benar kita ikhlaskan, keputusan yang terus dipertanyakan, atau pengalaman yang membuat kita sulit mempercayai diri kita sendiri.
Masa lalu memang tidak bisa diubah. Namun, bukan berarti kita harus terus hidup di dalamnya yang saya sebutkan tadi , bahwa hidup life must go on. Cara berdamai dengan masa lalu ini bukan berarti menghapus semua kenangan buruk atau berpura-pura bahwa sesuatu yang menyakitkan tidak pernah terjadi.
Berdamai dengan masa lalu berarti belajar menerima apa yang sudah terjadi, memahami bahwa kita tidak bisa mengubahnya, mengambil pelajaran, dan perlahan memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menjalani kehidupan yang baru.
Hal yang tidak kalah penting adalah belajar berdamai dengan diri kita sendiri. Terkadang, orang yang paling keras kepada kita bukan orang lain, melainkan diri kita sendiri. Kita terus menyalahkan diri karena pernah salah memilih, gagal mempertahankan hubungan, mempercayai orang yang salah, atau mengambil keputusan yang ternyata membawa hasil yang tidak sesuai harapan.
Padahal, dirimu yang sekarang sudah memiliki pengalaman yang mungkin belum dimiliki oleh dirimu di masa lalu.
Jadi, bagaimana sebenarnya cara berdamai dengan masa lalu dan diri sendiri?
Apa Arti Berdamai dengan Masa Lalu?
Berdamai dengan masa lalu berarti menerima bahwa sesuatu memang sudah terjadi dan tidak bisa diulang kembali. Menerima bukan berarti menyukai kejadian tersebut. Menerima juga bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain atau menganggap pengalaman buruk sebagai sesuatu yang tidak penting. Penerimaan lebih kepada menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan bagian dari perjalanan hidup yang sudah selesai.
Misalnya, kita pernah mengalami kegagalan dalam pekerjaan. Kita tentu boleh kecewa. Kita boleh merasa sedih. Bahkan, kita boleh membutuhkan waktu untuk memahami apa yang terjadi. Namun, setelah itu, kamu bisa mulai bertanya:
“Apa yang bisa saya pelajari dari pengalaman ini?”
Pertanyaan tersebut membantu mengubah fokus dari sesuatu yang tidak dapat diubah menjadi sesuatu yang masih bisa kita lakukan. Masa lalu tetap menjadi bagian dari cerita kita, tetapi tidak harus menjadi penentu seluruh hidup kita.
Mengapa Kita Sulit Berdamai dengan Masa Lalu?
Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Saya pengalaman seperti ini, anda pengalaman seperti itu, karena itu, alasan seseorang sulit melepaskan masa lalu juga tidak selalu sama.
Ada yang sulit berdamai karena masih merasa bersalah. Ada yang terus mengingat seseorang. Ada pula yang merasa kehidupannya seharusnya berjalan berbeda.
Beberapa hal yang sering membuat seseorang terjebak pada masa lalu antara lain:
- Masih menyimpan penyesalan.
- Merasa bersalah atas keputusan yang pernah dibuat.
- Terus memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi.
- Belum menerima bahwa sebuah hubungan telah berakhir.
- Masih berharap masa lalu bisa kembali.
- Merasa dirinya tidak cukup baik.
- Terlalu sering membandingkan kehidupan sekarang dengan masa lalu.
- Belum memaafkan orang lain.
- Belum mampu memaafkan diri sendiri.
- Takut melakukan kesalahan yang sama.
Pikiran seperti “seandainya waktu itu...” juga bisa membuat kita semakin sulit bergerak. contoh nya seperti ini :
- Seandainya memilih keputusan berbeda.
- Seandainya tidak bertemu orang tersebut.
- Seandainya mengatakan sesuatu yang berbeda.
- Seandainya tidak melakukan kesalahan itu.
Pertanyaan seperti ini memang manusiawi. Namun, jika terus dipelihara, kita hanya akan menghabiskan energi untuk sesuatu yang sudah tidak bisa dikendalikan.
Karena itu, proses berdamai dengan masa lalu membutuhkan perubahan cara pandang.
Cara Berdamai dengan Masa Lalu
Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua orang. Semua orang berbeda-beda untuk berdamai dengan masa lalu nya Namun, beberapa langkah berikut versi NarasiMichael dapat membantu kamu untuk mulai menerima masa lalu dan menjalani kehidupan dengan lebih tenang
1. Akui Bahwa Masa Lalu Memang Pernah Terjadi
Langkah pertama adalah berhenti melawan kenyataan. Kejadian itu memang tidak bisa di ubah, namun bisa di perbaiki untuk masa depan kamu. Yang paling menarik adalah , ini kata- kata dari mentor saya dan membuat saya berubah 360 derajat.
Ibarat sebuah kertas, ketika kita lecekin , ketika kita gunting, apakah kertas itu kembali menjadi semula ?
Damn, pernyataan dan pertanyaan itu membuat saya langsung terdiam. Yang tadi bertanya-tanya kenapa masa lalu saya begini, akhirnya terjawab. Mungkin kalian tidak mengerti apa maksud dari pernyataan dan pertanyaan tersebut. Sini saya jelaskan apa maksud nya:
Ketika masa lalu kita mungkin di bully pas waktu kecil, dibuat ancur sama kehidupan , dibuat menangis sama kehidupan, apakah menjadi utuh diri kita semula ? jawaban nya adalah tidak.
Perlu di akui saja, mungkin diri kita rapuh , membuat kita menangis akan hal tersebut, membuat kita merasa terpuruk akan kejadian tersebut, tetapi yang perlu kita sadari adalah kita tidak akan menjadi diri kita seperti kemarin, namun yang perlu kalian ketahui adalah bagaimana cara kita bangkit dari kejadian tersebut.
Kamu atau kita ini tidak perlu berpura-pura untuk selalu terlihat kuat. Kita juga tidak perlu mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja jika memang tidak demikian.
Kamu boleh mengatakan:
“Ya, kejadian itu memang menyakitkan.”
Dengan mengakui perasaan tersebut, kamu tidak sedang menjadi lemah. Justru kamu sedang memberikan kesempatan kepada dirimu untuk memahami apa yang sebenarnya dirasakan. Terkadang kita ingin cepat melupakan sesuatu karena tidak nyaman menghadapinya. Akibatnya, perasaan tersebut justru terus muncul di kemudian hari.
Menurut saya, Menerima kenyataan adalah salah satu langkah awal untuk berhenti melarikan diri dari masa lalu.
2. Berhenti Terlalu Sering Mengatakan “Seandainya”
Kata “seandainya” bisa menjadi jebakan itu sendiri. Kita membayangkan bagaimana hidup akan berjalan jika mengambil keputusan berbeda. Namun, kita tidak pernah benar-benar tahu apakah pilihan lain akan menghasilkan kehidupan yang lebih baik. Menurut saya, Mungkin keputusan yang kita sesali itu justru membawa pengalaman yang membuat kita menjadi lebih dewasa.
Daripada terus kita terus bertanya:
“Bagaimana kalau waktu itu saya memilih berbeda?”
Cobalah mengubahnya menjadi:
“Apa yang bisa saya pelajari dari pilihan saya saat itu?”
Pertanyaan kedua jauh lebih berguna karena mengarahkan perhatian kepada sesuatu yang masih bisa dilakukan.Kamu tidak bisa kembali ke masa lalu. Tetapi kamu bisa menggunakan pengalaman tersebut untuk membuat keputusan yang lebih baik hari ini.
3. Terima Bahwa Kamu Tidak Bisa Mengubah Masa Lalu
Ini seperti nomor 1, Namun yang berbeda adalah bahwa kita harus mengakui dan menerima apa yang terjadi di masa lalu. Mungkin terdengar menyulitkan, namun menerima kenyataan tersebut sering kali membutuhkan waktu.
Kita tidak memiliki kemampuan untuk kembali ke masa lalu dan memperbaikinya semua kesalahan kita. Kerena semuanya telah terjadi. Namun, yang perlu diketahui adalah kita memiliki kesempatan untuk menentukan apa yang dilakukan setelahnya.
Jika dulu kamu salah memilih, sekarang kamu bisa belajar lebih berhati-hati. Jika dulu kamu tidak berani mengatakan sesuatu, sekarang kamu bisa belajar berkomunikasi dengan lebih terbuka. Jika dulu kamu terlalu mengabaikan diri sendiri, sekarang kamu bisa mulai menetapkan batasan.
Masa lalu tidak bisa diubah. Tetapi masa lalu bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk menjalani masa depan seperti yang saya bahas seperti nomor 1.
4. Belajar Memaafkan Diri Sendiri
Salah satu bagian tersulit dari berdamai dengan masa lalu yaitu memaafkan diri sendiri.
Terkadang, kita terus menghukum diri kita sendiri karena sesuatu yang sebenarnya sudah lama berlalu.
- Kita mengingat kesalahan yang sama berulang kali.
- Kita mengatakan bahwa diri kita bodoh.
- Kita merasa tidak pantas bahagia.
- Kita menganggap satu kesalahan sebagai bukti bahwa diri kita adalah orang yang buruk.
Ini yang saya pelajari saat saya pernah mengalami suatu kejadian yang membuat saya down, membuat saya menangis dan membuat saya menjadi rapuh. Melakukan kesalahan itu tidak otomatis membuat kita menjadi manusia yang buruk kok. Manusia belajar melalui banyak pengalaman. Ada kesalahan ? wajar, jika tidak kesalahan ? menurut saya malah tidak wajar
Kita mungkin pernah membuat keputusan yang salah karena saat itu kita belum mengetahui apa yang sekarang kita ketahui. Justru menurut saya, jika kita tidak melakukan kesalahan, kita tidak ada bumbu dalam hidup. Mungkin jika saya tidak pernah mengalami kesalahan , saya tidak sebijak yang sekarang, saya tidak dewasa seperti sekarang, dan saya tidak menulis di blog ini.
Jangan menilai dirimu di masa lalu hanya berdasarkan pengetahuan yang baru kamu miliki hari ini. Dirimu yang dulu mungkin memang belum tahu cara menghadapi situasi tersebut. Dan itu manusiawi.
5. Ambil Pelajaran dari Pengalaman
Masa lalu akan semakin berat jika hanya dilihat sebagai kumpulan penyesalan. Cobalah melihatnya sebagai sumber pembelajaran.
- Jika pernah mengalami hubungan yang tidak sehat, mungkin kamu belajar mengenai tentang apa itu batasan.
- Jika pernah mengalami kegagalan, mungkin kamu belajar tentang persiapan dan ketekunan.
- Jika pernah kehilangan seseorang, mungkin kamu belajar menghargai orang-orang yang masih ada.
- Jika pernah melakukan kesalahan, mungkin kamu belajar bagaimana menjadi lebih bijaksana.
Bukan berarti semua kejadian buruk harus dianggap sebagai sesuatu yang baik. Tetap saja, pengalaman yang menyakitkan dapat memberikan pelajaran yang berharga.
Pertanyaannya bukan:
“Mengapa semua ini terjadi kepada saya?”
Tetapi:
“Setelah mengalami semua ini, saya ingin menjadi orang seperti apa?”
6. Jangan Terus Menghukum Diri Sendiri
Rasa bersalah dapat membantu kita menyadari kesalahan. Namun, rasa bersalah yang terus menerus yang dipelihara dengan lama justru bisa membuat kita semakin sulit untuk bergerak.
Jika kesalahan tersebut masih dapat diperbaiki, lakukan yang terbaik. Dan Jika masih ada orang yang perlu kamu minta maaf, lakukan dengan tulus. Namun, jika sesuatu memang sudah tidak dapat diperbaiki, kamu perlu belajar menerima kenyataan tersebut.
Kesalahan tidak membutuhkan hukuman seumur hidup. Ketika kita sudah melakukan kesalahan. Kita sudah menyadarinya. Sekarang waktunya belajar untuk menjadi lebih baik lagi.
7. Berhenti Membandingkan Diri dengan Masa Lalu
Kadang-kadang kita bukan hanya merindukan masa lalu, tetapi merindukan versi diri sendiri yang dulu.
- Mungkin dulu kita merasa lebih bahagia.
- Mungkin dulu kita memiliki banyak teman.
- Mungkin dulu hidup terasa lebih sederhana.
Namun, hidup memang selalu berubah.Tidak semua fase kehidupan akan terasa sama. Kamu tidak harus menjadi versi dirimu yang dulu untuk bisa bahagia. Mungkin sekarang kamu sedang berada dalam fase yang berbeda. Dan itu tidak apa-apa.
Daripada terus membandingkan kehidupan sekarang dengan masa lalu, cobalah bertanya:
“Apa yang bisa saya lakukan agar kehidupan saya hari ini menjadi sedikit lebih baik?”
Pertanyaan sederhana tersebut bisa mengembalikan perhatian kepada masa kini.
8. Belajar Memaafkan Orang Lain
Hal ini sulit dilakukan oleh banyak orang. Karena banyak orang yang sulit untuk memaafkan orang lain. Namun, Berdamai dengan masa lalu juga bisa berarti kita melepaskan kemarahan terhadap orang itu.
Namun, perlu dipahami bahwa memaafkan tidak selalu berarti kembali kepada orang tersebut.
- Kamu tetap boleh menjaga jarak.
- Kamu tetap boleh memiliki batasan.
- Kamu tetap boleh memutuskan bahwa hubungan tertentu tidak perlu diulang.
- Memaafkan lebih berkaitan dengan melepaskan beban emosional yang terus dibawa.
Kamu tidak harus menunggu orang lain meminta maaf untuk mulai merasa tenang.
Terkadang, ketenangan harus dimulai dari keputusan kita sendiri untuk tidak lagi membiarkan kejadian tersebut menguasai pikiran.
9. Terima Bahwa Tidak Semua Hal Memiliki Jawaban
Kita sering berharap mendapatkan penjelasan.
- Mengapa dia pergi?
- Mengapa seseorang memperlakukan kita seperti itu?
- Mengapa hubungan tersebut berakhir?
- Mengapa keputusan itu terjadi?
Sayangnya, tidak semua pertanyaan akan memiliki jawaban.
- Tidak semua orang akan memberikan penjelasan yang kita harapkan.
- Tidak semua hubungan berakhir dengan percakapan yang sempurna.
Dalam kondisi tertentu, kita harus belajar membuat penutupan untuk diri sendiri. Bukan karena semua pertanyaan sudah terjawab, tetapi karena kita memilih untuk tidak lagi menunggu jawaban tersebut sebelum melanjutkan hidup.
10. Fokus pada Kehidupan Saat Ini
Masa lalu berada di belakang. Masa depan belum terjadi. Yang benar-benar bisa kamu jalani adalah hari ini. Karena itu, mulai perhatikan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan sekarang.
- Bangun dan menjalani rutinitas.
- Mengerjakan pekerjaan.
- Belajar sesuatu yang baru.
- Berolahraga.
- Menulis jurnal.
- Membaca.
- Menghabiskan waktu bersama orang yang membuatmu nyaman.
- Beristirahat ketika memang membutuhkan istirahat.
Kita sering menunggu perubahan besar untuk merasa bahagia. Padahal, kehidupan sehari-hari dibentuk oleh banyak hal kecil yang kita lakukan secara konsisten.
Cara Berdamai dengan Diri Sendiri
Berdamai dengan masa lalu akan terasa lebih mudah ketika kita mulai memperlakukan diri sendiri dengan lebih baik. Ini menurut versi NarasiMichael
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan.
1. Lakukan Self Love
Berdamai dengan diri sendiri merupakan bagian dari Self Love. Self love adalah mencintai diri sendiri. Namun apa hubungan berdamai masa lalu dengan self love ? Kita tidak dapat mengubah masa lalu, namun yang bisa lakukan adalah memperbaiki untuk tidak mengulangi nya. Itu merupakan self love. Jika kalian ingin tau lebih dalam tentang self love kalian bisa membaca nya di artikel Apa Itu Self Love? Arti, Manfaat, dan Cara Menerapkannya
2. Berhenti Menuntut Diri untuk Selalu Sempurna
Menurut saya, tidak ada manusia yang selalu sempurna.
- Kita bisa salah.
- Kita bisa gagal.
- Kita bisa berubah pikiran.
- Kita bisa membuat keputusan yang kemudian kita sesali.
Semua itu tidak membuat kita kehilangan nilai sebagai manusia. Kamu tidak harus sempurna untuk menjadi seseorang yang berharga.
3. Bicara kepada Diri Sendiri dengan Lebih Lembut
Coba perhatikan cara kamu berbicara kepada diri sendiri.
Jika temanmu gagal, mungkin kamu akan mengatakan:
“Tidak apa-apa. Kamu sudah mencobanya.”
Namun ketika kamu gagal, mungkin kamu justru mengatakan:
“Aku memang selalu gagal.”
Mengapa kita sering memberikan pengertian kepada orang lain tetapi begitu keras kepada diri sendiri?
Mulailah berbicara kepada diri sendiri seperti kamu berbicara kepada seseorang yang sedang kamu sayangi.
Bukan berarti membenarkan kesalahan.Tetapi memberikan ruang untuk belajar terhadap diri sendiri.
Jangan Jadikan Satu Kesalahan sebagai Identitas.
Pernah gagal bukan berarti kamu adalah orang yang gagal.
Pernah ditolak bukan berarti kamu tidak berharga.
Pernah membuat keputusan buruk bukan berarti seluruh hidupmu buruk.
Satu kejadian tidak bisa menjelaskan keseluruhan dirimu.
Kamu jauh lebih besar daripada satu kesalahan yang pernah dilakukan. Namun, sudah kah kamu berbicara kepada dirimu dengan lembut ? Kapan Terakhir Kali Kamu Berbicara kepada Dirimu dengan Lembut?
Hargai Perkembangan Kecil
Perubahan tidak selalu terlihat besar.
- Mungkin sekarang kamu sudah lebih berani mengatakan “tidak”.
- Mungkin kamu mulai menjaga batasan.
- Mungkin kamu sudah tidak lagi mengejar orang yang tidak menghargaimu.
- Mungkin kamu mulai menikmati waktu sendirian.
- Mungkin kamu mulai memikirkan masa depan kembali.
Hal-hal tersebut adalah tanda perkembangan. Jangan menunggu pencapaian besar untuk menghargai dirimu sendiri. Kemajuan kecil juga layak diapresiasi.
Apakah Berdamai dengan Masa Lalu Berarti Harus Melupakannya?
jawaban nya adalah Tidak.
Berdamai dengan masa lalu bukan berarti melupakan semua yang pernah terjadi. Kamu mungkin dapat tetap mengingatnya. Namun seiring nya waktu, kenangan tersebut tidak lagi memiliki kekuatan yang sama.
Dulu sebuah kejadian mungkin membuatmu menangis sepanjang hari.
Sekarang kamu mungkin masih mengingatnya, tetapi kamu bisa menerimanya dengan lebih tenang. Itu salah satu bentuk berdamai dengan masa lalu. Tujuannya bukan menghapus ingatan. Melainkan tujuannya adalah membuat ingatan tersebut tidak lagi mengendalikan kehidupanmu.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Berdamai dengan Masa Lalu?
Jawabannya adalah Tidak ada batas waktu yang sama untuk semua orang.
Ada orang yang bisa menerima sesuatu dalam waktu singkat. Ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama.
Jangan membandingkan prosesmu dengan orang lain.
Kamu tidak perlu berkata:
“Kenapa dia sudah bisa move on sementara aku belum?”
Setiap orang memiliki pengalaman dan proses yang berbeda.
Yang lebih penting bukan seberapa cepat kamu melupakan masa lalu, tetapi apakah kamu terus bergerak ke arah yang lebih baik.
Jika hari ini kamu hanya mampu melakukan satu langkah kecil, itu tetaplah sebuah langkah.
Tanda-Tanda Kamu Mulai Berdamai dengan Masa Lalu
Proses berdamai mungkin tidak selalu terasa jelas.
Namun, beberapa perubahan berikut bisa menjadi tanda bahwa kamu mulai menerima masa lalu menurut NarasiMichael:
- Kamu tidak lagi memikirkan kejadian tersebut sepanjang waktu.
- Kamu bisa mengingatnya tanpa merasa sangat terpukul.
- Kamu mulai menerima bahwa sesuatu memang sudah berakhir.
- Kamu tidak lagi menyalahkan diri setiap hari.
- Kamu mulai menikmati kehidupan saat ini.
- Kamu tidak lagi membutuhkan validasi dari seseorang yang sudah pergi.
- Kamu mulai memiliki harapan terhadap masa depan.
- Kamu bisa mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.
- Kamu mulai menghargai dirimu sendiri.
- Kamu merasa lebih tenang dibandingkan sebelumnya.
Perubahan tersebut mungkin terjadi perlahan. Bahkan mungkin kamu tidak menyadarinya sampai suatu hari melihat kembali perjalananmu dan berkata:
“Ternyata aku sudah sejauh ini ya. Terimakasih sudah bertahan”
Tetapi ini nyata guys, saya pun sudah mengalami nya. Saya sudah mengalami banyak kejadian dari yang membuat saya bahagia dan membuat saya menangis. kata kata tersebut , apalagi yang "Terimakasih sudah bertahan" itu sangatlah amazing dalam kehidupan saya.
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Masa Lalu Kembali Terlintas?
Mengingat masa lalu sesekali adalah hal yang wajar. Sampai saat ini saya pun juga mengalami yang sama yaitu masih mengingat masa lalu , tetapi yang selalu saya katakan yaitu life must go on. Jangan langsung menganggap bahwa jika kamu gagal move on itu karena kenangan tersebut muncul kembali
Ketika hal tersebut terjadi,
berhentilah sejenak.
Tarik napas.
Sadari bahwa pikiranmu sedang mengingat sesuatu. Kemudian katakan kepada diri sendiri:
“Itu adalah bagian dari masa laluku. Aku tidak harus kembali ke sana.”
Setelah itu, perlahan arahkan perhatian kepada sesuatu apa yang sedang kamu lakukan. Tidak perlu memaksa pikiran itu untuk langsung hilang.
Terkadang semakin keras kita berusaha tidak memikirkan sesuatu, semakin kuat pikiran tersebut muncul.
- Biarkan kenangan datang.
- Akui keberadaannya.
- Kemudian biarkan ia pergi.
Jangan Memaksa Diri untuk Segera Bahagia
Ada kalanya kita terlalu keras kepada diri sendiri karena ingin segera baik-baik saja.
- Kita berpikir harus cepat move on.
- Kita Harus cepat melupakan sesuatu .
- Dan Kita Harus segera kembali seperti dulu.
Padahal, proses menerima sesuatu membutuhkan waktu.
- Tidak apa-apa jika kamu masih sedih.
- Tidak apa-apa jika sesekali kamu masih mengingatnya.
- Tidak apa-apa jika ada hari ketika kamu merasa lebih berat daripada hari sebelumnya.
Yang penting adalah jangan berhenti menjalani hidup.
Memberikan waktu kepada diri sendiri bukan berarti menyerah. Kamu sedang memberikan kesempatan kepada dirimu untuk memproses apa yang telah terjadi.
Jangan Biarkan Masa Lalu Menentukan Masa Depanmu
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan yaitu menganggap masa lalu sebagai ramalan masa depan.
Karena pernah gagal dalam hubungan, seseorang berpikir semua hubungan berikutnya pasti gagal.
Karena pernah ditolak, seseorang merasa dirinya tidak akan pernah diterima.
Karena pernah gagal dalam pekerjaan, seseorang menganggap dirinya tidak akan pernah berhasil.
Padahal, pengalaman masa lalu tidak selalu menentukan apa yang akan terjadi berikutnya.
Kamu boleh belajar dari masa lalu tanpa harus hidup dalam ketakutan itu sendiri. Gunakanlah pengalaman sebagai panduan, bukan sebagai penjara.
Kamu Tidak Harus Melupakan untuk Bisa Melanjutkan Hidup
Ada sebuah kesalahpahaman bahwa seseorang baru bisa melanjutkan hidup jika sudah benar-benar melupakan masa lalu. Padahal, manusia tidak bekerja seperti itu.
- Kita bisa mengingat sesuatu dan tetap melanjutkan hidup.
- Kita bisa pernah mencintai seseorang dan tetap membuka hati untuk kehidupan baru.
- Kita bisa mengingat kegagalan dan tetap mencoba lagi.
Kita bisa mengakui pernah melakukan kesalahan dan tetap percaya bahwa kita layak dan mendapatkan kesempatan kedua.
Melanjutkan hidup bukan berarti mengatakan:
“Semua itu tidak pernah terjadi.”
Melainkan:
“Semua itu pernah terjadi, tetapi saya memilih untuk terus berjalan.”
Masa Lalu Adalah Bagian dari Ceritamu, Bukan Seluruh Ceritamu
- Mungkin ada bagian dari masa lalu yang ingin kamu ubah.
- Mungkin ada keputusan yang ingin kamu tarik kembali.
- Mungkin ada seseorang yang ingin kamu temui lagi.
Namun, hidup tidak memberikan kesempatan untuk mengulang setiap halaman. Yang bisa kamu lakukan adalah menulis halaman berikutnya. Seperti yang saya katakan life must go on.
- Kesalahanmu bukan keseluruhan dirimu.
- Kegagalanmu bukan keseluruhan hidupmu.
- Perpisahanmu bukan akhir dari kemampuanmu untuk mencintai.
Dan masa lalu bukan satu-satunya cerita yang bisa kamu miliki.
- Kamu masih memiliki hari ini.
- Kamu masih memiliki kesempatan untuk belajar.
- Kamu masih bisa bertumbuh.
- Kamu masih bisa berubah.
Dan kamu masih bisa menentukan arah kehidupanmu berikutnya.
Penutup
Cara berdamai dengan masa lalu dan diri sendiri yaitu membutuhkan proses. Tidak ada tombol yang bisa membuat semua kenangan hilang dalam satu malam.
Namun, kamu bisa memulainya dengan menerima apa yang sudah terjadi, berhenti menyalahkan diri sendiri, memaafkan kesalahan masa lalu, mengambil pelajaran, menetapkan batasan, dan mulai memberikan perhatian kepada kehidupan yang sedang kamu jalani sekarang.
Kamu tidak harus melupakan masa lalu untuk bisa bahagia.
Kamu juga tidak harus menghapus semua kenangan untuk bisa melanjutkan hidup.
Yang perlu dilakukan adalah belajar menerima bahwa masa lalu merupakan bagian dari perjalananmu, bukan tempat untuk tinggal selamanya.
Jika hari ini kamu masih merasa sulit berdamai dengan sesuatu yang pernah terjadi, jangan buru-buru menyalahkan dirimu.
Tidak apa-apa jika prosesnya membutuhkan waktu.
Dirimu yang sekarang tidak sama dengan dirimu yang dulu.
- Kamu sudah melewati banyak hal.
- Kamu sudah belajar.
- Kamu sudah bertumbuh.
Dan mungkin, tanpa kamu sadari, kamu sudah jauh lebih kuat daripada yang selama ini kamu pikirkan.
Jadi, perlahan saja. Tidak perlu terburu-buru.
Ambil pelajaran dari masa lalu, tetapi jangan biarkan masa lalu mengambil seluruh masa depanmu. Kamu masih memiliki kesempatan untuk menulis cerita yang baru dan kamu memiliki kesempatan kedua untuk melangkah yang lebih baik lagi.
Terakhir update:

Terimakasih mas sudah membuat artikel ini , saya sudah mencoba untuk berdamai masa lalu , doain saya yang terbaik ya mas supaya cepat move on dari mantan pacar saya 🙏🙏
ReplyDeleteHallo ka , thankyou juga sudah mampir di blog Narasi Michael ya ka , semoga artikel nya bermanfaat buat kaka :)
Delete